Friday, December 8, 2017

Jelaskan yang dimaksud kalimat tanya parsial

Jelaskan yang dimaksud kalimat tanya parsial

Kalimat tanya parsial adalah kalimat Tanya yang hanya meminta informasi sebagian dari pertanyaan itu.
Ciri-ciri kalimat tanya parsial adalah mempergunakan kata tanya tertentu. Fungsi tiap kata tanya:

a. Apa berfungsi menanyakan barang atau hal.
Contoh :
Buat apa kamu? (salah)
Apa yang sedang kamu buat? (Benar)


b. Siapa berfungsi menanyakan manusia.
Contoh:
Bahasa Indonesia diajar sapa? (salah)
Siapakah yang mengajar bahasa Indonesia? (benar)


c. Berapa berfungsi menanyakan jumlah.
Contoh:
Berapa harga kamu beli buku bahasa Indonesia? (salah)
Berapakah harga buku bahasa Indonesia ini? (benar)


d. Untuk apa berfungsi menanyakan tujuan.
Contoh:
Kamu sekolah untuk siapa? (salah)
Untuk apa kamu sekolah? (benar)


e. Mengapa/kenapa berfungsi untuk menanyakan sebab terjadinya sesuatu.
Contoh:
Pementasan drama dilaksanakan hari sabtu kenapa? (salah)
Mengapa pementasan drama itu dilaksanakan hari sabtu? (benar)


f. Dengan apa berfungsi menanyakan alat.
Contoh:
Kaleng ini dibuka pake apa ya? (salah)
Dengan apa kamu membuka kaleng buah ini? (benar)


g. Ke berapa berfungsi menanyakan urutan.
Contoh:
Ke berapa anak kamu? (salah)
Kamu anak ke berapa? (benar)


h. Mana berfungsi menanyakan pilihan.
Contoh:
Kamu ke mana? (salah)
Kamu memilih yang mana? (benar)


i. Bagaimana berfungsi menanyakan keadaan atau cara melakukan perbuatan.
Contoh:
Bagaimana keadaan ibumu, Santi? (benar)

j. Di mana berfungsi menanyakan tempat.
Contoh:
Di mana kamu akan melanjutkan sekolah? (benar)

k. Ke mana berfungsi menanyakan arah yang dituju.
Contoh:
Ke mana Adikmu pergi?

l. Dari mana berfungsi menanyakan arah yang ditinggalkan.
Contoh:
Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini?

m. Bilamana/kapan berfungsi menanyakan waktu.
Contoh:
Kapan aku bisa mencari uang sendiri?